Yang Cantik dan Ganteng pun Punya Rasa Minder

Belakangan ini ada banyak hal yang membuat gw menduga bahwa sesungguhnya setiap orang memiliki perasaan tidak nyaman terhadap dirinya sendiri. Ya, setiap orang, gak peduli dia cantik, ganteng, kaya, supel dan punya banyak teman, populer, modis, keren, seksi, menarik, sama-sama punya rasa minder seperti saudara-saudari mereka lainnya yang tidak memiliki deskripsi yang sama dengan yang gw sebutkan tadi.

Kecenderungan itu mungkin tidak sama tingkatnya ketika muncul di permukaan ketika berhadapan dengan orang-orang lain. Ada yang bisa menutupinya, mengecohnya, menyangkalnya, ada pula yang cukup atau sangat memperlihatkannya, bahkan ada pula yang meminta pertolongan mengenai masalahnya ini. Mengakuinya atau tidak, tetap saja setiap orang merasa <em>insecured</em> terhadap dirinya sendiri.
Dan pada gilirannya, setiap orang pasti akan melakukan sesuatu untuk mengatasinya, atau yang cukup sering kita jumpai: menghadapi masalah demi masalah karenanya.

Mari kita simak.

gambar diambil dari http://selfyparkit.wordpress.com/tag/ego/ di mana banyak tulisan menarik di dalamnya :)

Seseorang yang, katakanlah, cantik, tidak akan benar-benar merasa dirinya 100 persen pede. Akan selalu ada ruang dalam dirinya yang ingin menunjuk pada suatu peristiwa, mungkin kenangan, yang membuatnya merasa tidak yakin. Masalah kecil yang dihadapinya dengan keluarga, pasangan, sahabat, rekan kerja, akan berkali-kali membuatnya sedikit demi sedikit tidak puas akan dirinya sendiri. Ini bukanlah hal yang negatif sama sekali karena setiap orang pun mengalami hal yang sama. Memang kita bisa menemukan masalah kesalahpahaman yang ujung-ujungnya adalah keminderan dan takut tersaingi oleh orang lain yang dianggapnya lebih dari dirinya. Namun cukup sering pula justru hal inilah yang membuatnya selalu ingin menjadi orang yang lebih baik dari siapa dirinya kemarin. Itulah yang mendorongnya mencapai hal-hal yang belum pernah dicapainya. Banyak sekali wanita cantik, terhormat, berbakat, brilian, yang pada gilirannya kembali memberi banyak bagi lingkungan sekitarnya. Terlebih lagi jumlah wanita yang mungkin bagi sebagian dari kita tidak termasuk kategori tersebut di atas, yang melakukan banyak hal hebat bagi keluarga dan lingkungan sosialnya. Lihat banyaknya jumlah perempuan yang justru menjadi tulang punggung keluarga, bekerja dengan keras seringkali tanpa merasa memiliki pilihan selain terus berjuang. Apa yang mereka perjuangkan bagi dirinya ternyata menghasilkan buah bagi orang lain, yang kemudian memberikan nilai lebih yang kembali pada dirinya sendiri untuk selanjutnya sanggup melakukan hal-hal yang lebih besar lagi.

Pria pun demikian. Hampir tidak ada kata puas bagi sebagian besar pria, setinggi apapun pencapaian demi pencapaian yang telah diwujudkannya. Bagi kebanyakan laki-laki, arti dan nilai dirinya diukur dari seberapa besar pengakuan orang lain terhadap dirinya. Memang terkadang ini menimbulkan banyak masalah negatif seperti premanisme, kekerasan dalam rumah tangga, penjajahan, perbudakan dan lain sebagainya. Namun energi yang sama pun bisa kita saksikan telah menghasilkan penemu-penemu, penjelajah-penjelajah, seniman, pemimpin, juga olahragawan yang telah dan sedang membawa perubahan bagi peradaban dunia hingga dewasa ini.
Ketidakpuasan memang bisa berujung pada kesalahpahaman antara dua kekasih, namun bisa pula bermuara pada terciptanya kehidupan yang lebih baik.

image derived from a very insightful blog http://www.sleeplessinkl.com/2011/06/20/men-are-from-mars-women-are-from-venus

Pada akhirnya, memang hanyalah nama yang bisa ditinggalkan oleh setiap orang, pria maupun wanita, bagi generasi selanjutnya. Apakah nama dan kisahnya tersebar bagi seluruh umat manusia ataukah menjadi teladan dan inspirasi hanya bagi keluarganya atau segelintir sahabat bukanlah masalah. Itu hanyalah masalah lingkup publikasi. Namun bila kita menyadari dan mau mengakui setitik saja rasa minder yang kita miliki di dalam diri kita masing-masing, maka kita akan kemudian bisa memilih, apakah kita akan melakukan tindakan-tindakan yang akan berujung pada hal-hal yang positif atau negatif pada akhirnya nanti.

Gambar diambil dari http://leonardo-slatter.blogspot.com/2011/01/me-my-self-your-ego.html terima kasih untuk inspirasinya!

Dengan mengenali dan mencintai diri sendiri, semoga kita akan makin menghargai dan memahami saudara-saudari kita demi kehidupan yang lebih baik bagi anak cucu kita.

Perihal andreasarianto
I'm a musician with a point of view, that artists should play their part to help improve the society he or she is involved in. This is just one of the ways to realize my vision in life. --- Andreas Arianto Yanuar belajar Komposisi Musik di Universitas Pelita Harapan Conservatory of Music, lulus pada 2007 dan kemudian mengajar kelas-kelas Ensembel Big Band, Orkestrasi dan Sejarah Musik di konservatori tersebut setelahnya. Pada 2009 ia menjadi penata musik dan konduktor Andreas Arianto Orchestra dalam tur konser bersama band rock terbesar di Indonesia, SLANK, ke 6 kota di Pulau Jawa. Ia juga menulis aransemen musik untuk Twilite Youth Orchestra, St. Theresia School Orchestra, Al Izhar Community Choir and Orchestra, Twilite Orchestra, dan 426 Big Band. Pada 2009 Jakarta Arts Council memesan 28 komposisi baru untuk Kompetisi Musisi Muda Nasional 2010. Di tahun yang sama Andreas tampil dengan grupnya, Andre Harihandoyo and Sonic People, di Mosaic Music Festival di Esplanade, Singapura, di mana ia bermain klarinet, akordeon dan kibor. Band ini juga tampil mewakili Indonesia pada Austronesian Culture Festival di Taitung, Taiwan pada November 2010, di luar penampilan mereka tiap tahunnya di Java Jazz International Festival sejak 2009. Di awal tahun 2011 kemarin Andreas dan rekan-rekan komponis muda Indonesia lainnya, dikenal dengan nama grupnya The Circle, diminta oleh Salihara Arts Center untuk mementaskan karya-karya terbarunya. Andreas juga baru saja menulis aransemen orkestra terbarunya untuk lagu tradisional, dipesan oleh Addie MS untuk musik dalam penerbangan Garuda Indonesia yang juga akan diedarkan secara luas dalam album “The Sounds of Indonesia”, dengan permainan City of Prague Philharmonic Orchestra dalam rekamannya. Dalam rangka memberi kembali ke masyarakat, Andreas mengajar ensembel orkestra di komunitas GKI Gading Indah di mana ia telah melayani selama 4 tahun sebagai Pengarah Musik gereja tersebut, dan bersama orkestr tersebut telah menampilkan 3 konser untuk umum sejak 2007. Musik dipenuhi oleh banyak sekali not yang berbeda, aneka bunyi dan warna-warni yang bisa membentuk berbagai jenis suasana. Itulah sebabnya musik adalah symbol yang sempurna bagi kehidupan, yang juga terdiri dari begitu banyak perbedaan di dalamnya. Bersama Al Izhar Community Choir and Orchestra, Andreas telah bepergian ke berbagai kota di Indonesia seperti Manado, Aceh dan Bali tak hanya untuk bermain musik, tapi juga memberikan klinik, juga untuk mempromosikan keselarasan di dalam pluralitas kepada anak-anak muda Indonesia generasi selanjutnya

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.