Bercahaya Walau Tanpa Purnama

Kita semua mau merasa lebih baik daripada orang2 lain yang gak termasuk dalam lingkaran pergaulan kita, makanya kita mudah menyalahkan keadaan atau orang lain ketimbang melihat ke diri sendiri apa yang bisa kita perbaiki ketika terjadi sesuatu yang buruk.

Ini pula yang mendorong kita nulis status socmed. Mungkin gue pun juga termasuk di antaranya. Tapi yah kalau memang kenyataan yang terjadi itu di luar kuasa kita, bukankah percuma kalau kita ngomel? Mending cari cara lain yang bisa bikin kita bisa jadi manusia yang lebih berguna buat diri sendiri dan masyarakat 🙏😇

Di sisi lain, mungkin banyak di antara kita yang gak lagi percaya sama politik atau hukum atau apalah karena situasi terbaru. Tapi gue percaya orang2 yang seperti ini pun juga gak akan peduli kalau hal ini terjadi pada orang lain yang bukan jadi idolanya, dan orang2 ini juga ga akan ambil pusing untuk ambil langkah aktif memperbaiki keadaan dengan terjun ke dunia politik dan hukum juga. Sekali lagi, itu juga hak mereka 🙂

Hanya alangkah indahnya ketika kita kesal akan sesuatu, kita pun mencari cara untuk bisa ikut memperbaiki keadaan tersebut, bukan hanya terus menyalahkan sistem, keadaan atau apapun kecuali diri sendiri yang sebenarnya bisa melakukan yang lebih dari sekadar mengungkapkan kesedihan dan kekesalannya. 

Selamat mencari dan selamat menjadi cahaya, bersinarlah walau tak nampak purnama!

Iklan

Tentang andreasarianto
I'm a musician with a point of view, that artists should play their part to help improve the society he or she is involved in. This is just one of the ways to realize my vision in life. --- Andreas Arianto Yanuar belajar Komposisi Musik di Universitas Pelita Harapan Conservatory of Music, lulus pada 2007 dan kemudian mengajar Ensembel Big Band, Orkestrasi dan Sejarah Musik di konservatori tersebut setelahnya. Pada 2009 ia menjadi penata musik dan konduktor Andreas Arianto Orchestra dalam tur konser bersama SLANK ke 6 kota. Ia juga bermain kibor, akordeon dan klarinet dalam grupnya, Andre Harihandoyo and Sonic People, yang telah menghasilkan 2 album sejak 2009. Pada 2011 ia menulis aransemen orkestra untuk lagu-lagu rakyat untuk album “The Sounds of Indonesia”, dengan Addie MS sebagai konduktor The City of Prague Philharmonic Orchestra dalam rekamannya. Sempat pula melatih orkestra komunitas GKI Gading Indah selama 2007-2011, termasuk menghasilkan 3 konser dan 1 album rekaman. Di jangka waktu yang sama, Andreas aktif pula dalam program pengenalan musik untuk siswa-siswa di Manado, Aceh dan Bali bersama Al Izhar Community Choir and Orchestra dalam rangka turut mempromosikan keselarasan dalam pluralitas Indonesia. Semenjak itu pula ia bercita-cita untuk terus melibatkan masyarakat dalam kehidupan musik dan melibatkan musik dalam kehidupan bermasyarakat melalui kegiatannya sehari-hari. Sejak 2011 ia banyak terlibat dalam penulisan musik untuk berbagai album rekaman, film animasi, konser musik, juga termasuk di antaranya terlibat sebagai arranger dan konduktor musik ilustrasi The Raid 2 yang dirilis Maret 2014 yang lalu.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: